Kamis, 24 November 2011

tetap galau dengan sahabat :(

Sahabat, waktu telah mengantarkan kita pada satu titik pemahaman
bahwa di dunia ini tak ada yg abadi
Kini saatnya kita harus berjalan sendiri
Melangkah mengikuti takdir yang telah tergariskan
Dalam ruang dan waktu yang berbeda
Ketika kebersamaan menjadi langka
Ketika canda tawa begitu berharga
Sahabat, semoga waktu tak membuat kita lupa
Bahwa kita pernah ada
Pernah punya cerita
Sahabat, abadilah tercipta lebih dari cinta

Sekarang..
Kamu bisa menolak, Kamu bisa membenci, Kamu bisa mempermainkan, Kamu bisa menuduh
Kamu bisa mencaci maki, Kamu bisa angkuh, Kamu bisa menyiksa, Kamu bisa menghancurkan hatiku
Tapi tidak untuk suatu saat nanti.., Ketika semua telah mati, Ketika semua dihidupkan kembali..
Suatu saat nanti.. Aku akan mencarimu, Aku akan menemukanmu, Aku akan mendekatimu
Hingga aku tepat didepanmu..

Suatu saat nanti..
Kulihat matamu sayu, tidak sebinar dulu
Ku lihat mulutmu rapat, tak sebesar dulu
Ku lihat lidahmu Kelu, tak setajam dulu
Ku dengar suaramu Lirih, tak selantang dulu

Suatu saat nanti..
Matamu akan melihat terang Mulutmu akan berkata apa adanya
Hatimu tak akan berdusta Tanganmu tak bisa membantu
Kakimu tak bisa berlari Wajahmu tak bisa berpaling

Suatu saat nanti..
Aku akan bertanya padamu :
“Apa yang telah kamu lakukan dulu ?”,
“Ada apa di hatimu ?”,
“Sedangkan kamu sadar, sedangkan kamu tahu,
kamu melukaiku ?”.
Suatu saat nanti..
Kamu akan berlutut seraya berkata :
“Aku telah berpura-pura”,
“Aku telah bersandiwara”,
“Aku telah berdusta”,
“Maafkan aku”,
“Sebenarnya aku rapuh, saat membutuhkanmu”,
“Sejujurnya aku menangis bila rindu”,
“Aku sungguh menyayangimu”,
“Aku benar benar mencintaimu”.

Suatu saat nanti..
Aku raih tanganmu, Aku dekap erat tubuhmu, saat air matamu berlinang perlahan
berderai, luruh berjatuhan, menimpa dan menyatu, dengan airmataku dulu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar